M2M

Apa itu M2M ?

M2M (machine to machine) di definisikan sebagai teknologi yang memperbolehkan jaringan komputer untuk berkomunikasi dengan perangkat keras komputer (hardware) , Perangkat terhubung,memanfaatkan jaringan komputer yang menggunakan kabel(wired) maupun wireless(nirkabel).

Dengan semakin berkembang dan banyak alat yang menggunakan teknologi M2M ini beberapa lembaga dari berbagai negara memiliki standarisasi dalam penggunaan teknolgi ini , dan salah satu yang akan bahas adalah ETSI (europe Teknologi Standards Institute) .

Apa Itu ETSI dan Standard apa saja yang di buat ?

Seperti yang sudah di jelaskan sebelum nya ETSI(European Telecomunication Standarts Institute) adalah sebuah lembaga independent non-for-profit yang membentuk standarisasi dalam telekomunikasi industri di eropa , namun di gunakan di banyak negara di dunia. Sejauh ini ETSI sudah kurang lebih mengeluarkan 2.000 – 2.500 standard dari tahun 1998 yang sudah termasuk ke dalam global teknologi untuk GSM dalam telepon selular yang kita gunakan sehari-hari . ETSI juga mengerluarkan standard untuk teknologi M2M dimana industri banyak yang menggunakan teknologi ini ETSI juga berkerja sama dengan 3GPP dan oneM2M .

ETSI membuat banyak standard dalam dunia industri telekomunasi dan dalam penyampaian nya ETSI memiliki dokumen jenis-jenis sesuai dengan tipe penggunaan nya dan instri yang akan mengunakan standard ETSI itu sendiri ,

  • European Standard (EN) :Dokumen ini di peruntukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik di eropa serta untuk transposisi ke standar nasional suatu negara , di bawah mandat komisi eropa
  • ETSI Standard(ES) :Dokumen ini berisikan persyaratan teknis , dokumen ini di berikan sesuai persetujuan seuluh anggota ETSI
  • ETSI Guide (EG) :Dokumen ini di gunakan untuk memberikan arahan dalam spesifik teknikal aktifitas standar dan dengan persetujuan seluruh anggota ETSI
  • ETSI Tecnical Spesification (TS) : Dokumen ini di gunakan berisi persyaratan teknis yang penting dan di gunakan secepat-cepatnya yang harus di setujui oleh komite teknis yang menyusunya.
  • ETSI Tecnical Report (TR) : Dokumen ini berisikan penjelasan materi ETSI , dan  di berikan sesuai dengan persetujuan komite penyusunya.
  • ETSI Special Report (SR) : Dokumen ini di gunakan untuk berbagai kerperluan , termasuk untuk membuat informasi publik yang di gunakan untuk referensi ,  yang sebelumnya harus di setujuan oleh komite yang menyusunnya.
  • ETSI Group Spesification (GS) : Dokumen ini penyediakan persyaratan teknis atau materi penjelasan yang di buat dan di setujui dalam spesifikasi industri grup (ISGs)

Standar apa saja yang di buat ETSI untuk M2M ?

Berikut adalah standar ETSI untuk teknologi M2M :

No Standard Number Starndard Tittle
1 TR 103 118 Machine-to-Machine communications (M2M); Smart Energy Infrastructures security; Review of existing security measures and convergence investigations
2 TR 103 290 Machine-to-Machine communications (M2M); Impact of Smart City Activity on IoT Environment
3 TS 103 315 SmartM2M; Machine-to-Machine communications (M2M); Interoperability Test Specification for ETSI M2M Primitives
4 TS 102 921 Machine-to-Machine communications (M2M); mIa, dIa and mId interfaces
5 TR 102 966 Machine-to-Machine communications (M2M); Interworking between the M2M Architecture and M2M Area Network technologies
6 TR 101 584 Machine-to-Machine communications (M2M); Study on Semantic support for M2M Data
7 TS 102 690 Machine-to-Machine communications (M2M); Functional architecture
8 TR 102 732 Machine-to-Machine Communications (M2M); Use Cases of M2M applications for eHealth
9 TR 102 857 Machine-to-Machine communications (M2M); Use Cases of M2M applications for Connected Consumer
10 TS 102 689 Machine-to-Machine communications (M2M); M2M service requirements
11 TR 102 725 Machine-to-Machine communications (M2M); Definitions
12 TS 103 104 Machine-to-Machine communications (M2M); Interoperability Test Specification for CoAP Binding of ETSI M2M Primitives
13 TR 102 898 Machine to Machine communications (M2M); Use cases of Automotive Applications in M2M capable networks
14 TS 103 093 Machine-to-Machine communications (M2M); BBF TR-069 compatible Management Objects for ETSI M2M
15 TS 103 092 Machine-to-Machine communications (M2M); OMA DM compatible Management Objects for ETSI M2M
16 TR 102 935 Machine-to-Machine communications (M2M); Applicability of M2M architecture to Smart Grid Networks; Impact of Smart Grids on M2M platform
17 TR 103 167 Machine to Machine (M2M); Threat analysis and counter measures to M2M service layer
18 TR 102 691 Machine-to-Machine communications (M2M); Smart Metering Use Cases

Low Throughput Network (LTN) merupakan kunci dalam penggunaan M2M, yaitu kemampuan dalam melakukan transmisi jarak jauh namun tetap menggunakan daya yang rendah hanya dengan menggunakan baterai standar, maka dari itu data yang dikirimkan harus di optimalkan.

Berdasarkan standar yang telah dibuat oleh ETSI pada dokumen ETSI GS LTN 001 garis besar yang ditetapkan adalah sebagai berikut :

11

Arsitektur

Sebuah Jaringan LTN terdiri dari :

  • Sebuah objek dengan modem MTN menjalankan protokol radio LTN
  • BTS Radio (LAP) untuk penemrimaan dan transmisi paket radio LTN
  • Server LTN  untuk mengelola jaringan
  • Server CRA untuk mengelola kode indetifikasi dari perangkat dan base stations
  • OSS/BSS  untuk mengelola jaringan dan pengguna pesan

Protokol dan Interface

13

Pada arseitektur LTN, semua membawa standard WAN kecuali A, A’, C

  1. A, Interface radio yang menghubungkan Leps dan LAP
  2. A’ adalah internal interface yang mengubungkan antara modul LTN dan user specific apllication dalama sebuah Lep.
  3. C adalah link komunikasi yang meghubungkan penyedia palikasi dan pengguna.

Dalam arsitektur LTN, dua hal yang diperkirakan akan diimplementasikan dalam LTN arsitektur yaitu UNB dan OSSS. Keduanya menggunakan spektrum radio yang sama tetapi memiliki pendekatan yang berbeda,yaitu :

  • UNB menggunakan ultra narrow based communication
  • OSS menggunakan orthogonal sequence spread spectrum technologies
  • Radio Spectrum
  • Alokasi Spectrum di Amerika Serikat
  • Alokasi Spectrum di Eropa
  • Alokasi Spectrum di Cina
  • Alokasi Spectrum di Jepang

Interface B

  •  Interface B diimplemetasikan pada LAP dan server LTN. Pembawa interface B dapat diteap apda setiap standard WAN seperti GPRS, ADSL, Satelite, Mcrowave link. Sistem ini dirancang dengan link permanen yang tersedia.

Interface C

  • Interface C berada diantara server LTN dan satau atau lebih aplikasi server.
  • Hal ini didasrkan pada prinsip prinsip REST.
  • Metode utama pada Interface C
  • Application/ service API speerti retrive, push dan delete methods
  • Operation Support API, yang dibuthkan pada end point dan account management

Interface D

  • Diantara CRA dan satu atau lebih server LTN. Data yang ada dalam interfface ini akan diteruskan ke berbagai bagian dalam server LTN seperti AA, IS dan netwrk management
  • Interface ini digunakan untuk personalisasi Les dan penggabungan prosedur Leps
  • Parameter dalam interface ini sebagai berikut:
  • End point identifiers
  • End point secret keys
  • Porting authorized codes

Interface E

  • Interface ini melnjutkan dari server LTN ke LTN yang lain. Dengan maksud untuk pertukaran data.
  • Ada dua jenist roaming data:
  • Data forwarding
  • Network service cooperation.

 Video Reference :

  1. https://www.youtube.com/watch?v=1CGEtgayGmg
  2. https://www.youtube.com/watch?v=LLk6mHoVsLQ

 Referensi:

  1. ETSI GS LTN001 V1.1.1 (2014-09), LTN Use Cases for Low Throughput Networks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *