ERROR DETECTION

Pendeteksi error data yang disimpan dieprlukan dua mekanisme :

  1. Mekanisme pendeteksian keselahan
  2. Mekanisme perbaikan kesalahan

Disini akan dijelaskan beberapa algoritma pendeteksi eror diantaranya :

  • Hamming Code
  • LRC
  • Two Bit Parity Check

A.Hamming Code

Hamming code adalah mekanisme pendeteksian kesalahan dengan menambahkan data word (D) dengann suat kode,biasanya bit cek paritas(C).

Pada hamming code kesalahan diketahui dengan menganalisa data dan bit paritas tersebut.

Kekurangan Hamming code :

  • Memori akan lebih besar beberapa persen atau dengan kata lain kapasitas penyimpanan akan berkurang karena beberapa lokasi digunakan untuk mekanisme koreksi kesalahan.
  • Menambah kapasitas memori karena adanya penambahan bit-bit cek paritas.

Contoh dan Cara Kerja :

Suatu memori internal menyimpan word 8 bit ,suatu data 0011 0110 disimpan pada suatu alamat.Hitung bit paritas untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan.Andaikan bit ke 6 mengalami kesalahan tunjukkan bagaimana mendeteksi kesalahan dan memperbaikinya ?

Diket :

Data  word(D) =  0011 0110 = 8 bit

Andaikan kesalahan di bit ke 6

Jawab :

1.Menentukan bit paritas

Jarkom3

 Bit paritas(C) = 4

Menentukan letak bit paritas

Jarkom2

 2.Menambahkan data word(D) dengan jumlah bit paritas(C)

D+C = 8+4 =12 bit

jarkom5

P1 = 0 0 1 0 1 = 0

P2 = 0 1 1 1 1 = 0

P4 = 0 1 1 0    = 0

P8 = 0 1 1 0    = 0

Isikan bit yang  sudah dicari kedalam bit bit yang kosong dan untuk mengecek apakah bit ke enam benar-benar mengalami kesalahan ganti bit ke enam dengan 0 karena hanya ada dua kemungkinan kalau tidak 1 berarti 0

jarkom6

Hitung PI,P2,P4, dan P8 lagi setelah semuanya terisi dengan yang sudah dicari ,lalu ulangi langkah mencari bit paritas P1,P2,P4 dan P8 tetapi untuk mencarinya masih sama dengan yang diatas P1,P2,P4,P8 masih di anggap kosong

Jarkom4

Untuk membutikan ,hasil yang berbeda ditambahkan apakan hasilnya tepat di bit 6 jika iya berarti bit 6 mengalami  kesalahan

Yang berbeda P2 dan P4 = 2 + 4 = 6

Disimpulkan bahwa benar di bit ke 6 terdapat kesalahan

 B.LRC

LCR (Longitudinal Redudancy Check) adalah metode pengecekan  kesalahan pada transmisi data.LRC adalah metode yang menyempurnakan metode VRC.LRC menambahkan satu karakter tambahan yang disebut block check charakter (BCC) pada akhir setiap blok data sebelum ditransmisi.

 Cara Kerja

  1. Menambahkan bit paritas pada data secara horisontal : Bit paaritas terdapat dua jenis yaitu paritas genap dan paritas ganjil.Paritas genap adalah banyaknya angka 1 berjumlah genap termasuk bit paritas itu sendiri.Jika paritas ganjil maka jumlah angka 1 nya ganjil.
  2. Menambahkan bit BCC secara vertikal : BCC adalah bit paritas setiap karakter yang dikirimkan secara vertikal.

Contoh

Kasus : Akan dikirimkan data ELD dalam bentuk ASCII , tetapi setelah data di transmisikan ternyata data yang terbaca adalah ELE.Permaslahan ini dapat diselesaikan dengan metode LRC paritas ganjil.Penyelesainya adalah sebagai berikut :

  1. Data ELD ditambahkan bit paritas dan BCC sebelum di transmisikan.

jarkom7

2.   Data yang terbaca adalah ELE

jarkom8

Pada baris ke 3 menghasilkan  1 yang genap yang seharusnya ganjil. Pada kolom ke 7 dihasilkan 1 yang ganjil yag seharusnya genap. Jika eroer ini disilangkan maka akan terdeteksi eror pada baris ke 3 kolom ke 7

Kelebihan dari metode LRC :

  1.  Kesalahan 1 bit dapat terdeteksi
  2.  Kecepatan pengiriman data dapat ditingkatkan.

 Kekurangan metode LRC :

  1.  Terjadi overhead akibat penambahan  bit pariti per 7 bit untuk karakter.

C.Two Bit Parity Check

Cara ini digunakan untuk mendeteksi error yang paling sederhana dengan menambahkan parity bit 0 atau 1 pada frame yang dikirim sehingga dapat mendeteksi apakah data yang dikirim valid atau tidak.

Penggunaan parity bit ini ada dua macam :

  1. Even Parity

Namanya even,membuat sebuah data menjadi genap.Cara ini digunakan saat transmisi data secara ansynchronous.Sebelum data dikirim,dicek dahulu apakah jumlah “1” berjumlah ganjil atau genap:

  1.   Mengecek apakah data Ganjil atau Genap menggunakan perkalian XOR
  2. Saat pengecekan menggunakan perkalian XOR , apabila hasil perkalian data menggunakan XOR “=0” maka TRUE (Genap)
  3. Saat pengecekan menggunakan perkalian XOR,apabila hasil perkalian data menggunakan XOR “=1” maka FALSE(Ganjil)
  4. Ketika jumlah “1” GANJIL , maka ditambahkan bit 1 pada data terkahir agar jumlah bit genap
  5. Ketika jumlah “1” GENAP,maka ditambahkan bit 0 pada data terkahir agar jumlah bit tetap genap.

 jarkom9

  1. Odd Parity

Dari namanya saja sudah odd,cara ini membuat sebuah data menjadi ganjil.Cara ini digunakan saat transmisi data secara Syncronous.

  1. Mengecek apakah data Ganjil atau Genap menggunakan perkalian ~XOR
  2.  Saat pengecekan menggunakan perkalian ~XOR , apabila hasil perkalian data menggunakan ~XOR “=1” maka TRUE (Ganjil)
  3. Saat pengecekan menggunakan perkalian ~XOR,apabila hasil perkalian data menggunakan ~XOR “=0” maka FALSE(Genap)
  4. Ketika jumlah “1” GANJIL , maka ditambahkan bit 0 pada data terkahir agar jumlah bit ganjil
  5. Ketika jumlah “1” GENAP,maka ditambahkan bit 1 pada data terkahir agar jumlah bit tetap ganjil

 jarkom9

Referens:

  1. http://www.youtube.com/watch?v=YOfbPlWQVbU
  2. http://lecturer.eepis-its.edu/~setia/Modul/Orkom/P09.pdf
  3. [2012].LRCdanCRC.http://lrcdancrc.blogspot.com
  4. [2012].TugasPSIKIV.http://tugasdesih.blogspot.com
  5. [2010].TugasKomdat.http://komdat5.blogspot.com
  6. http://myteks.wordpress.com/2011/04/15/data-link-layer-teknik-deteksi-error-parity-check/
  7. http://myteks.wordpress.com/2011/04/15/data-link-layer-teknik-deteksi-error-parity-check/
  8. http://dxzstudioz.wordpress.com/2009/03/14/error-checking-pada-jaringan-telekomunikasi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *