M2M Platform merupakan penyedia layanan untuk berkomunikasi nya antar mesin satu dengan mesin yang lain , Platform ini menyediakan banyak layanan yang di berikan kepada pengguna .Kali ini platform yang akan di bahas adalah Axeda. Axeda adalah salah satu platform yang banyak di gunakan untuk M2M , Internet of Things dan mengintegrasikan IOT ke aplikasi , Axeda memiliki beberapa pelayanan antara lain :

  • Axeda Application
  • Axeda Internet of Things
  • Axeda IoT Connectivity
  • Axeda Machine Cloud Sevice
  • Axeda IoT Security

1

Axeda Application

               2            Dengan semakin banyak perusahaan yang membangun produk mereka secara online , perusahaan juga sudah banyak yang menyadari bahwa data yang di ambil dari M2M sesungguhnya adalah keuntungan apabila di intergrasikan dengan system yang ada pada perusahaan tersebut seperti CRM,ERP atau data warehouse untuk mengoptimalkan bisnis proses mereka.

Axeda Internet of Things

                Axeda juga sebagai penyedia platform m2m yang lengkap dengan Internet Of Things intergasi Data yang menggunakan layanan Cloud .

3

Axeda IoT Connectivity

               4

                Layanan axeda m2m Connectivity meliputi 3 jenis solusi tergantung pada perangkat dan kebuthan industry .

  • Firewall – Friendly Agent : Sebuah software yang di jalankan pada linux atau Windows yang terinstal pada perangkat asset perusahaan atau pada jaringan yang terhubung pada asset perusahaan
  • Wireless toolkit : JAVA atau ANSI C library yang di embed pada perangkat perusahaan
  • Protokol Adapter : Sebuah perangkat komunikasi server yang terhubung ke setiap protokol pesan M2M dan dapat diperpanjang dengan CODEC custom yang menerjemahkan format komunikasi perangkat ke Axeda Platform
  • Kebijakan Server : Sebuah aplikasi perangkat lunak berbasis server yang berada pada jaringan pelanggan, Axeda kebijakan Server menyediakan satu set komprehensif dan rinci dari pengaturan izin yang terus mengatur perilaku Axeda Agen untuk semua perangkat di lokasi pelanggan
  • MQTT : Axeda Machine Cloud mendukung open source protocol IOT MQTT standar, hal ini memungkinkan untuk mendukung sensor MQTT dan perangkat jaringan local serta konektivitas antara MQTT dan axeda machine cloud

Axeda Machine Cloud Sevice

5

 

Axeda Iot Security

                Axeda menggabungkan strategi keamanan end-to-end yang mencakup semua tingkatan, termasuk jaringan, aplikasi, pengguna, dan keamanan data. Axeda telah mencapai ISO 27001: 2013 sertifikasi, mendukung fokus perusahaan pada memberikan tingkat keamanan tertinggi, kinerja, dan ketersediaan Axeda M2M Cloud Service.

  • Maintain network security at customer sites : Axeda memanfaatkan infrastruktur keamanan keamanan pelanggan memanfaatkan firewall yang sudah di patentakn
  • Conceal data from unauthorized parties : Semua komunikasi pelanggan dengan pihak lain di simpan aman menggunakan Secure Socket Layer (SSL) enkripsi-bank metode yang sama digunakan untuk transaksi online aman.
  • Provide a secure and scalable on-demand infrastructure : ISO 27001 Axeda pusat data 2013-bersertifikat menjalani SAS 70 pemeriksaan tahunan dan dibangun pada peralatan state-of-the-art, investasi teknologi, dan keahlian operasional.
  • Memastikan bahwa sistem pengguna dikonfirmasi.
  • Limit each user to specific data, views, and actions : Setelah dikonfirmasi, tindakan pengguna terbatas untuk produk yang mereka bertanggung jawab, dan tingkat akses yang sesuai dengan peran mereka.
  • Provide granular policy management : Untuk penyebaran di lokasi pelanggan, yang Axeda Kebijakan Server menyediakan manajemen kebijakan granular, pengguna akhir untuk memenuhi peraturan audit dan kepatuhan

Video References :

http://www.youtube.com/watch?v=VVS-4iWvqhE

Daftar Pustaka:

Apa itu M2M ?

M2M (machine to machine) di definisikan sebagai teknologi yang memperbolehkan jaringan komputer untuk berkomunikasi dengan perangkat keras komputer (hardware) , Perangkat terhubung,memanfaatkan jaringan komputer yang menggunakan kabel(wired) maupun wireless(nirkabel).

Dengan semakin berkembang dan banyak alat yang menggunakan teknologi M2M ini beberapa lembaga dari berbagai negara memiliki standarisasi dalam penggunaan teknolgi ini , dan salah satu yang akan bahas adalah ETSI (europe Teknologi Standards Institute) .

Apa Itu ETSI dan Standard apa saja yang di buat ?

Seperti yang sudah di jelaskan sebelum nya ETSI(European Telecomunication Standarts Institute) adalah sebuah lembaga independent non-for-profit yang membentuk standarisasi dalam telekomunikasi industri di eropa , namun di gunakan di banyak negara di dunia. Sejauh ini ETSI sudah kurang lebih mengeluarkan 2.000 – 2.500 standard dari tahun 1998 yang sudah termasuk ke dalam global teknologi untuk GSM dalam telepon selular yang kita gunakan sehari-hari . ETSI juga mengerluarkan standard untuk teknologi M2M dimana industri banyak yang menggunakan teknologi ini ETSI juga berkerja sama dengan 3GPP dan oneM2M .

ETSI membuat banyak standard dalam dunia industri telekomunasi dan dalam penyampaian nya ETSI memiliki dokumen jenis-jenis sesuai dengan tipe penggunaan nya dan instri yang akan mengunakan standard ETSI itu sendiri ,

  • European Standard (EN) :Dokumen ini di peruntukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik di eropa serta untuk transposisi ke standar nasional suatu negara , di bawah mandat komisi eropa
  • ETSI Standard(ES) :Dokumen ini berisikan persyaratan teknis , dokumen ini di berikan sesuai persetujuan seuluh anggota ETSI
  • ETSI Guide (EG) :Dokumen ini di gunakan untuk memberikan arahan dalam spesifik teknikal aktifitas standar dan dengan persetujuan seluruh anggota ETSI
  • ETSI Tecnical Spesification (TS) : Dokumen ini di gunakan berisi persyaratan teknis yang penting dan di gunakan secepat-cepatnya yang harus di setujui oleh komite teknis yang menyusunya.
  • ETSI Tecnical Report (TR) : Dokumen ini berisikan penjelasan materi ETSI , dan  di berikan sesuai dengan persetujuan komite penyusunya.
  • ETSI Special Report (SR) : Dokumen ini di gunakan untuk berbagai kerperluan , termasuk untuk membuat informasi publik yang di gunakan untuk referensi ,  yang sebelumnya harus di setujuan oleh komite yang menyusunnya.
  • ETSI Group Spesification (GS) : Dokumen ini penyediakan persyaratan teknis atau materi penjelasan yang di buat dan di setujui dalam spesifikasi industri grup (ISGs)

Standar apa saja yang di buat ETSI untuk M2M ?

Berikut adalah standar ETSI untuk teknologi M2M :

No Standard Number Starndard Tittle
1 TR 103 118 Machine-to-Machine communications (M2M); Smart Energy Infrastructures security; Review of existing security measures and convergence investigations
2 TR 103 290 Machine-to-Machine communications (M2M); Impact of Smart City Activity on IoT Environment
3 TS 103 315 SmartM2M; Machine-to-Machine communications (M2M); Interoperability Test Specification for ETSI M2M Primitives
4 TS 102 921 Machine-to-Machine communications (M2M); mIa, dIa and mId interfaces
5 TR 102 966 Machine-to-Machine communications (M2M); Interworking between the M2M Architecture and M2M Area Network technologies
6 TR 101 584 Machine-to-Machine communications (M2M); Study on Semantic support for M2M Data
7 TS 102 690 Machine-to-Machine communications (M2M); Functional architecture
8 TR 102 732 Machine-to-Machine Communications (M2M); Use Cases of M2M applications for eHealth
9 TR 102 857 Machine-to-Machine communications (M2M); Use Cases of M2M applications for Connected Consumer
10 TS 102 689 Machine-to-Machine communications (M2M); M2M service requirements
11 TR 102 725 Machine-to-Machine communications (M2M); Definitions
12 TS 103 104 Machine-to-Machine communications (M2M); Interoperability Test Specification for CoAP Binding of ETSI M2M Primitives
13 TR 102 898 Machine to Machine communications (M2M); Use cases of Automotive Applications in M2M capable networks
14 TS 103 093 Machine-to-Machine communications (M2M); BBF TR-069 compatible Management Objects for ETSI M2M
15 TS 103 092 Machine-to-Machine communications (M2M); OMA DM compatible Management Objects for ETSI M2M
16 TR 102 935 Machine-to-Machine communications (M2M); Applicability of M2M architecture to Smart Grid Networks; Impact of Smart Grids on M2M platform
17 TR 103 167 Machine to Machine (M2M); Threat analysis and counter measures to M2M service layer
18 TR 102 691 Machine-to-Machine communications (M2M); Smart Metering Use Cases

Low Throughput Network (LTN) merupakan kunci dalam penggunaan M2M, yaitu kemampuan dalam melakukan transmisi jarak jauh namun tetap menggunakan daya yang rendah hanya dengan menggunakan baterai standar, maka dari itu data yang dikirimkan harus di optimalkan.

Berdasarkan standar yang telah dibuat oleh ETSI pada dokumen ETSI GS LTN 001 garis besar yang ditetapkan adalah sebagai berikut :

11

Arsitektur

Sebuah Jaringan LTN terdiri dari :

  • Sebuah objek dengan modem MTN menjalankan protokol radio LTN
  • BTS Radio (LAP) untuk penemrimaan dan transmisi paket radio LTN
  • Server LTN  untuk mengelola jaringan
  • Server CRA untuk mengelola kode indetifikasi dari perangkat dan base stations
  • OSS/BSS  untuk mengelola jaringan dan pengguna pesan

Protokol dan Interface

13

Pada arseitektur LTN, semua membawa standard WAN kecuali A, A’, C

  1. A, Interface radio yang menghubungkan Leps dan LAP
  2. A’ adalah internal interface yang mengubungkan antara modul LTN dan user specific apllication dalama sebuah Lep.
  3. C adalah link komunikasi yang meghubungkan penyedia palikasi dan pengguna.

Dalam arsitektur LTN, dua hal yang diperkirakan akan diimplementasikan dalam LTN arsitektur yaitu UNB dan OSSS. Keduanya menggunakan spektrum radio yang sama tetapi memiliki pendekatan yang berbeda,yaitu :

  • UNB menggunakan ultra narrow based communication
  • OSS menggunakan orthogonal sequence spread spectrum technologies
  • Radio Spectrum
  • Alokasi Spectrum di Amerika Serikat
  • Alokasi Spectrum di Eropa
  • Alokasi Spectrum di Cina
  • Alokasi Spectrum di Jepang

Interface B

  •  Interface B diimplemetasikan pada LAP dan server LTN. Pembawa interface B dapat diteap apda setiap standard WAN seperti GPRS, ADSL, Satelite, Mcrowave link. Sistem ini dirancang dengan link permanen yang tersedia.

Interface C

  • Interface C berada diantara server LTN dan satau atau lebih aplikasi server.
  • Hal ini didasrkan pada prinsip prinsip REST.
  • Metode utama pada Interface C
  • Application/ service API speerti retrive, push dan delete methods
  • Operation Support API, yang dibuthkan pada end point dan account management

Interface D

  • Diantara CRA dan satu atau lebih server LTN. Data yang ada dalam interfface ini akan diteruskan ke berbagai bagian dalam server LTN seperti AA, IS dan netwrk management
  • Interface ini digunakan untuk personalisasi Les dan penggabungan prosedur Leps
  • Parameter dalam interface ini sebagai berikut:
  • End point identifiers
  • End point secret keys
  • Porting authorized codes

Interface E

  • Interface ini melnjutkan dari server LTN ke LTN yang lain. Dengan maksud untuk pertukaran data.
  • Ada dua jenist roaming data:
  • Data forwarding
  • Network service cooperation.

 Video Reference :

  1. https://www.youtube.com/watch?v=1CGEtgayGmg
  2. https://www.youtube.com/watch?v=LLk6mHoVsLQ

 Referensi:

  1. ETSI GS LTN001 V1.1.1 (2014-09), LTN Use Cases for Low Throughput Networks.

A.Sensor Suhu LM35

1

        LM35 merupakan sensor linier yang berfungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan dan dapat mengukur suhu yang di produksi oleh National Semiconductor . Sensor ini memiliki ke akuratan yang cukup tinggi jika di bandingkan dengan sensor lain . Sensor ini membutuhkan arus sebesar 60µA artinya sensor ini mampu menghasilkan panas, sensor ini terkemas dalam (IC) Integrated Circuit dan sensor ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Karakteristik Sensor Suhu LM35
Local Sensor Accuracy (Max)(+/-c) 0.5
Operating Temprature Range (C) -40 to 110

-55 to 150

0 to 100

0 to 70

Supply Voltage (Min)(V) 4
Supply Voltage (Max)(V) 30
Supply Current (Max) (uA) 114
Sensor Gain (mV/Deg C) 10
Output Impedance (Ohm) 0.4
Self Heating(C) 0.8
Interface Analog Output
  • Struktur Sensor Suhu LM35

2

        Seperti pada gambar 1 sensor lm35 terdapat 3 pin yang menunjukan fungsinya masing masing , pin 1 berfungsi sebagai sumber tegangan kerja dari lm35 , pin 2 di gunakan sebagai tegangan keluaran atau Vout dengan kerja dari 0 volt sampai dengan 1.5 Volt.

B.Sensor Pendeteksi pH

3

         Salah satu sensor pH yang sering digunakan adalah pHureSensor, didalamnya terdapat power plant cycle dimana pH tersebut dapat terukur, selanjutnya adalah Reverse Osmosis, disini pH kembali diukur diantara membran dari 2 sistem untuk mengoptimalkan hasil sehingga sangat mendekati angka pH sebenarnya. Teknologi utama yang digunakan sebenarnya adalah gelas membran untuk pengakuratan pengukuran pH cairan tersebut.Sensor ini biasanya digunakan untuk mengukur kemurnian air.

4

C.Sensor Kadar Garam pada Air

5

        Sensor ini merupakan instrument yang digunakan untuk mengukur salinitas. Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Salinitas akan mempengaruhi densitas, kelarutan gas, tekanan osmotik dan ionik air. Semakin tinggi salinitas, maka tekanan osmotik air akan semakin tinggi pula. Salinitas merupakan parameter kimia yang penting di laut dan menjadi faktor pembatas karena hampir semua organisme di laut hanya dapat hidup pada daerah yang perubahan salinitasnya sangat kecil, walaupun ada organisme laut yang mampu bertolerasi terhadap perubahan salinitas yang tinggi.

Salinity Meter PE07 secara khusus dirancang untuk mengukur kadar garam halus di kolam. Tester ini menawarkan dua pilihan ukur dalam persentase (%) atau bagian per seribu (ppt).

6

Sumber :

  1. http://dhany1412.blogspot.com/2014/09/sensor-suhu-lm35.html
  2. http://www.academia.edu/9481245/SENSOR_SUHU_LM35
  3. http://www.ti.com/product/lm35
  4. http://www.homemade-circuits.com/2012/05/precision-temperature-sensor-ic-lm35.html
  5. http://id.mt.com/dam/MTPRO/…/DS_pHure_Sensor_LE_ISM_EN_Jul2012.pdf
  6. https://elgattuso.wordpress.com/2015/03/18/sensor-kimia/
  7. http://ukurkadar.com/salinity-meter/alat-pengukur-kadar-garam-salinity-meter-pe07.html

Kelompo II

     Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinngi.Dengan alasan ikan ini sanggup hidup dalam kepadatan tinggin banyak negara yang membudidayakan ikan lele misalnya saja seperti Indonesia,Malaysia,Singapura,dan negara tetangga lainnya.Tidak hanya itu manfaat budidaya iklan lele tetapi juga karena budidaya ikan lele tidak perlu  menggunakan lahan yang luas dengan lahan sempit pun bisa membudidayakan ikan lele. Banyak keuntungan membudidayakan ikan lele terutama untuk negara berkembang .Contoh untuk kolam berukuran 3×4 meter minimal jumlah bibitnya 2400 ekor dan maksimal 4800 ekor dengan asumsi kedalam kolam 1 – 1,5 meter .

     Ikan lele terkenal dengan ikan yang bisa beradaptasi pada lingkungan kotor. Akan tetapi ada juga penyebab matinya ikan lele apabila tidak sesuai dengan lingkungannya. Air  adalah hal yang paling utama untuk ikan lele. Apabila tidak memenuhi syarat dari segi kualitas air akan berakibat buruk terhadap kelangsungan hidup ikan lele yang dibudidayakan. Kualitas air yang dianggap baik untuk kehidupan lele sebagai berikut :

Parameter Kandungan air yang dianjurkan
Suhu 25-30 derajat Celcius
pH 6,5-8,5
Oksigen terlarut (O2) > 3 mg/l
Amonia total Maksimum 1 (mg/l total amonia)
Kekeruhan Maksimum 50 NTU
Karbon dioksida (CO2) Maksimum 11 (mg/l)
Nitrit Minimum 0,1 (mg/l)
Alkalinitas Minimum 20 (mg/l CaCO3)
Kesadahan total Minimum 20 (mg/l CaCO3)

Sumber: Rifianto, 2000

     Dengan syarat diatas  maka bisa meminimalkan kematian  ikan lele pada suatu kolam agar hasil panen lebih optimal.Dengan adanya pemanfaatan sensor jaringan nirkabel yang dapat beroperasi dalam lingkungan apapun untuk mendeteksi kondisi kadar air yang akan dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele.Dengan begitu bisa membantu mengurangi kematian ikan lele yang akan membuat hasil panen mereka optimal.Terdapat sensor mampu membaca parameter yang bisa menunjukkan kualitas air yang sesuai lingkungan hidup ikan lele antara lain suhu, pH, oksigen terlarut, dan lain lain .

     Penyebab utama kematian ikan lele adalah kadar garam dari lingkungannya tersebut atau biasa disebut dengan pH.Biasanya setiap habis hujan deras turun ,ikan lele yang ada pada kolam tersebut akan mati yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar asam yang ada pada kolam tersebut, penyelamatannya adalah dengan meningkatkan kadar garam dalam kolam tersebut biasanya adalah menaburkan garam dengan kadar tertentu, selain itu suhu juga menjadi permasalahan yang juga timbul akibat adanya hujan deras.

     Maka dari itu jika permasalahan tersebut di atasi dengan alat yang fungsinya setara dengan Blumbangreksa hal tersebut mungkin dapat diatasi dengan lebih mudah, sebagai contoh alat tersebut dapat mendeteksi kadar garam dalam kolam, sehingga ketika pH berubah melewati standar atas dari threshold yang telah ditetapkan akan muncul notifikasi tertentu sehingga pemilik kolam tidak perlu mengira-ngira apakah kolam tersebut ternyata memiliki kadar pH yang tinggi atau tidak, selain itu diharapkan juga mampu berkembang dengan adanya kontroler yang mampu bergerak secara otomatis ketika kadar pH yang disensor oleh alat tersebut melebihi batas yang telah ditentukan, sehingga pemilik kolam tersebut tidak perlu menaburkan garam secara konvensional sehingga pemeliharaan dan perawatan kolam akan menjadi lebih mudah.

Sumber :

  1. http://agroinfo.co.id/index.php/2015/08/12/blumbangreksa-si-penjaga-tambak-udang/
  2. http://forum.o-fish.com/printthread.php?tid=8350
  3. http://alamtani.com/budidaya-ikan-lele.html

Kelompok II