A.Pengertian

Discrete Event Simulation adalah mensimulasikan adanya perubahan status yang terjadi pada titik-titik diskrit dalam waktu yang dipicu oleh kejadian.Kejadian ini menimbulkan sebuah entitas ke sebuah stasiun kerja ( workstation ) , kegagalan resource , selesainya sebuah aktivitas,dan ada akhir sebuah shift.

B.Tahapan mempersiapkan simulasi ( setting up the simulation ) 

  1. Simulasi waktu ( clock )

Sebuah variable yang memberikan nilai waktu simulasi

Dua metode pendekatan untuk memajukan simulation clock :

1.Pemajukan waktu berdasarkan event (next event time advance)

Untuk  pertama  kali ,  memisalkan simulation clock dengan nilai 0 (nol) dan untuk waktu selanjutnya terjadinya event dapat ditetapkan. Mengubah nilai simulation clock ketika event terjadi, kemudian melakukan perubahan nilai sistem state sesuai dengan event yang terjadi dan merubah waktu terjadinya event berikutnya. Proses perubahan simulation clock dari satu event ke event lainnya berhenti hingga suatu kondisi yang telah ditentukan.

2.Pemajuan waktu dengan jarak tetap (fixed increment time advance)
Kenaikan nilai simulation clock menggunakan satuan dt (Δt) yaitu unit waktu. Setelah melakukan update simulation clock, dilakukan pengecekan untuk menentukan apakah ada event yang terjadi selama interval waktu sebelumnya. Jika ada interval waktu, maka event yang terjadi dianggap terjadi pada akhir interval waktu, setelah itu system state (statistical counters) disesuaikan.

11

Metode pemajukan waktu berdasarkan event lebih mudah dan lebih banyak digunakan pada mayoritas desain bahasa simulasi dan karena metoda yang kedua mempunyai banyak kelemahan.

2.Atribut entitas

Yaitu entitas yang dipertahankan hingga suatu entitas keluar dari sistem yang menjadi karakteristik. Contoh : untuk simulasi ATM: atribut waktu kedatangan (Arrival Time).

 3.Variabel status

Merupakan jumlah entitas dalam antrian pada langkah ke-i Contoh:pada simulasi ATM ,maka ATM status(i) yang menunjukkan apakah ATM sibuk atau sedang tidak dipakai pada langkah ke-i.

 4.Akumulator statistic ( Statistical accumulators )

Terbagi menjadi dua :

1.Simple-average            : rata-rata waktu pelanggan menunggu dalam antrian

2.Time-average   : jumlah rata-rata pelanggan dalam antrian

Metode yang digunakan untuk menghitung time-average menggunakan Simple average time in queue yaitu dengan cara :

^Menghitung jumlah pelnggan yang melewati antrian

^Mencatat waktu tunggu pelanggan ketika pelanggan telah melalui antrian

^Menghitung mulai dari masuk antrian hingga keluar dari antrian

Simple-average time in queue = t(i) – arrival time

5.Kejadian (event)

Terbagi menjadi 3 event :

1.Arrival evet :  terjadi ketika entitas pelanggan tiba dalam antrian

2.Depature event : terjadi ketika entitas pelanggan menyelesaikan transaksi ATM ( dalam contoh simulasi ATM )

3.Termination event :  untuk mengakhiri simulasi.

Contoh Simulasi Event-Diskrit :

Contoh Discrete Event Simulation pada ATM

simulasi-atm

  1. Pelanggan tiba untuk menggunakan ATM dengan waktu antar-kedatangan 3.0 menit yang terdistribusi eksponensial.
  2. Antrian memiliki kapasitas untuk menampung pelanggan dalam jumlah tak terbatas
  3. ATM memiliki kapasitas satu pelanggan
  4. Pelanggan menghabiskan rata-rata 2.4 menit terdistribusi eksponensial untuk menyelesaikan transaksinya (waktu jasa / servive time di ATM)
  5. Simulasi dimulai pada saat nol
  6. Simulasi sistem ATM pada 22 menit pertama operasinya dan estimasikan waktu tunggu pelanggan dalam antrian.

Dengan asumsi :

  1. Tidak ada pelanggan dalam sistem pada saat awal,sehingga antrian kosong dan ATM tidak dipergunakan
  2. Pelanggan diproses dari antrian dengan dasar FIFO
  3. ATM tidak pernah mengalami kerusakan.
  • Contoh Discrete Event Simulation dengan 1 antrian server tunggal seperti pada antrian sepeda motor di gerbang masuk parkir motor di telkom university.Urutan event sebagai berikut :
  1. Pengguna motor (yang akan menggunakan gerbang keluar) – antrian menuju gerbang motor (queue).
  2. Penjaga gerbang masuk (server)

Perhitungan performa :

  1. Waktu tunggu rata-rata = waktu rata-rata pengguna motor harus menunggu sebelum dapat melewati gerbang keluar.
  2. Jumlah motor maksimal yang dapat ditampung oleh kawasan parkir telkom university

Status pada event :

  1. Kedatangan
  2. Start Service
  3. Finish Service
  4. Keluar

C.Komponen dan Organisasi Model Simulasi Discrete-event

Komponen

Pengertian

Status Sistem (system state) Kumpulan kondisi variabel yang dibutuhkan untuk menjelaskan suatu sistem dalam waktu tertentu.
Waktu simulasi (simulation clock) Variabel yang menggunakan nilai saat ini dari waktu didalam simulasi.
Event List Daftar yang mengandung waktu berikutnya ketika masing-masing tipe event akan terjadi.
Statiscal Counter Variabel yang digunakan untuk menyimpan informasi statistik mengenai performansi dari sistem.
Insialisasi rutin (initization routine) Bagian program untuk menginisialisasi model simulasi pada t=0
Time Routine Bagian program yang menentukan event berikutnya dari daftar event(event list) dan kemudian mempercepat waktu simulasi ke waktu ketika event terjadi.
Event Routine Bagian program yang memperbarui kondisi sistem ketika tiep suatu event teretentu terjadi(hanya ada satu event routine untuk masing-masing event type).
Library Routine Himpunan bagian program yang digunakan untuk menghasilkan pengamatan random dari distribusi peluang tertentu sebagai bagian dari model simulasi.
Report generator Bagian program computer untuk mengestimasi pengukuran yang diinginkan dari performansi dan laporan produksi ketika simulasi selesai.
Program utama (main program) Bagian program yang menentukan waktu rutin yang digunakan untuk menentukan event berikutnya kemudia transfer kontrol ke event terkait rutin untuk memperbarui status sistem tepat.

 

Referensi :

  1. https://alvinburhani.wordpress.com/2012/05/29/simulasi-event-diskrit/
  2. http://simegs.blogspot.com/2010/10/discrete-event-simulation.html
  3. file:///C:/Users/SONY/Downloads/4%20SimMod%20-%20Simulasi%20Even%20diskrit.pdf

1.

Definisi Sistem merupakan sekumpulan unsur atau elemen yang saling bekerjasama menjalankan suatu proses untuk menghasilkan suatu tujuan tertentu .

Definisi Model adalah representasi suatu bahasa tertentu dari suatu sistem yang nyata .

Definisi Simulasi adalah proses merencanakan suatu model dari sebuah sistem yang nyata .

2.

Jenis- Jenis Model

  • Model Statis, menangkap tingkah laku system pada waktu tertentu
  • Model Dinamis, menggambarkan tingkah laku  system selama waktu tertentu
  • Model Deterministik, menggambarkan system dengan mengabaikan keragaman acak
  •  Model Stokastik, menggambarkan system dengan memperhatikan adanya keragaman acak secara eksplisit.

3.

Syarat memodelkan sistem:

  1. Mengumpulkan informasi sistem layout dan prosedur operasi
  2. Mengumpulkan data (jika mungkin) untuk mengkhususkan parameter
  3. Membuat rencana tentang informasi dan data dalam sebuah dokumen
  4. Mengumpulkan data (jika mungkin) dalam penampilan keberadaan sistem.

4.

Langkah – Langkah Pemodelan dan Simulasi

  1. Pendefinisian sistem

Langkah ini meliputi: penetuan batasan system dan indentifikasi variabel yang significant.

2. Formulasi model

Merumuskan hubungan antar komponen-komponen model.

3. Pengambilan data

Identifikasi data yang diperlukanoleh model sesuai pembuatan model.

4. Pembuatan model

Dalam menyusun model perlu disesuaikan dengan jenis simulasi yang akan digunakan.

5. Verifikasi model

Proses pengecekan terhadap model apakah sudah bebas dari error.

6. Validasi model

Merupakan proses pengujian terhadap model apakah model yang dibuat sudah sesuai dengan system nyata.

2 cara pengujian model yaitu :

  1. Perbandingan rata-rata (mean comparison)

1

Dimana:  S = nilai rata-rata hasilsimulasi

A = nilai rata-rata data aktual

Model dianggap valid bial E1 ≤ 15%

  1. Perbandingan variasi amplitudo (Aplitude Variation Comparison)

Untitled

Model dianggap valid bila E2 ≤ 30%

7. Skenario

Penyusunan scenario terhadap model. Setelah model valid maka selanjutnya adalah membuat beberapa scenario eksperimen) untuk memperbaiki kinerja system sesuai dengan keinginan. Secara umum jenis-jenis scenario dapat kita bedakan menurut dua jenis:

a. Skenario parameter dilakukan dengan jalan mengubah nilai parameter model dan melihat dampaknya terhadap output model.

b.Skenario struktur dilakukan dengan jalan mengubah struktur model. Skenario jenis ini memerlukan pengetahuan yang cukup tentang sistem agar struktur baru yang diusulkan/dieksperimenkan dapat memperbaiki kinerja sistem.

8. Interpretasi model

Proses ini merupakan penarikan kesimpulan dari hasil output model simulasi

9. Implementasi

Merupakan penerapan model pada sistem.

10. Dokumentasi

Merupakan proses penyimpanan hasil output model.

5.

Contoh Simulasi

Karena simulasi merupakan sebuah cara untuk menunjukkan kepada calon pengguna ataupun pemilik sistem, maka dapat kita ambil sebuah contoh sistem yang dapat disimulasikan. Contoh yang kami ambil adalah simulasi sebuah sistem keamanan data.sebuah sistem diciptakan untuk mencegah data mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dibaca. Kerusakan tersebut bisa terjadi karena ulah hacker, maupun dari fisik penyimpanan data. Untuk memperjelas bagaimana sistem keamanan bekerja, dan melakukan pengujian apakah sistem bekerja sesuai yang diharapkan, maka harus diadakan simulasi terhadap berbagai kemungkinan yang dihadapi sistem.

Contoh Sistem yang dimodelkan

Sebuah sistem yang di modelkan berfungsi untuk mengetahui apakah terdapat sesuatu yang kurang ataupun perlu dikurangi dalam sebuah sistem. Selain itu dalam strategi bisnis, pemodelan dapat berfungsi untuk mengetahui respon pasar terhadap sebuah sistem yang akan kita bangun. Sebagai contoh misalnya dalam pembuatan mobil yang akan di produksi masal. Sebelum memulai tahap produksi besar-besaran, maka terlebih dahulu produsen membuat sebuah model untuk di perkenalkan kepada publik. dari model tersebut maka produsen akan menerima banyak masukan terhadap mobil yang akan dibuatnya tersebut, sehingga mobil yang benar-benar diproduksi secara massal belum tentu sama dengan model yang dikeluarkan pertama kali. Bisa jadi ada perubahan-perubahan untuk memenuhi masukan yang didapat.

 

Sumber:

http://vercomfo.blogspot.com/2012/03/proses-pemodelan-sistem.html?m=1

https://zulfikarmsi.wordpress.com/materi-kuliah-simulasi-dan-pemodelan-bab-i/

http://dosen.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2012/12/PEMODELAN-SISTEM-DAN-SIMULASI-INDUSTRI-MODUL-3-KONSEP-DASAR-SISTEM-SIMULASI.doc