Pengertian POP3 dan SMTP 

POP3 adalah port yang digunakan untuk membaca email.POP3 bertugas untuk mengumpulkan email yang masuk dan meneruskan melalui port 110 ke client.Jika username dan password yang diberikan oleh user  ke POP3 benar,maka user bisa melihat email yang masuk.

SMTP adalah port yang digunakan untuk mengirimkan email.Email yang dikirim oleh server ditampung sementara untuk dikirim ke komputer server tujuan melalui port 25.

Cara Kerja

  1. Ketika user A mengirim email ke user B ,maka email dari user A akan diteruskan ke protokol SMTP melalui port25
  2. Di dalam SMTP email memiliki 3 status :
  • Terkirim langsung = suatu kondisi jika user tujuan dalam koneksi ,pada status ini email langsung diteruskan ke POP3
  • Terkirim melalui queue = suatu kondisi jika user tujuan tidak dalam koneksi,dalam kondisi ini email akan diteruskan ke queue email
  • Tidak terkirim = jika email tidak terkirim makaSMTP akan memberikan underliver message kepada user A
  • Melalui port25,email diteruskan menuju POP3 dan diletakkan di text file
  • User B,mengirimkan user dan password,jika user dan password benar maka user B bisa membaca email yang dikirim oleh user A

Untuk lebih jelasnya lihat link dibawah ini  tentang cara kerja POP3 dan SMTP:

https://www.youtube.com/watch?v=HLPUV7QOW8Y

Video tersebut  mengenai proses  pengiriman email dan penerimaan email.

Referensi :

3.3 ROUTING

Routing berfungsi untuk menerima paket dari stasiun pengirim untuk diteruskan kestasiun penerima.

Routing memilik beberapa metode diantara sebagai berikut :

3.3.1 Network as a Graph

Pada dasarnya routing merupakan asalah yang berakar pada teori graph.Pada gambar tersebut huruf A-F mewakili host maupun switch.Namun pembahasan graph ini dibatasi hanya merepresentasikan switch yang berhubungan dalam jaringan .Menggunakan garis tak berarah,tiap garis hanya memiliki satu bobotGaris yang menghubungan dua node(harga),yang akan  berhubungan dengan pemilihan jalur.

15

Pendekatan statik seperti ini akan mendapatkan tantangan berat :

  • Bagaimana jika terjadi kerusakan pada node atau link ?
  • Bagaimana jika ada terjadi penambahan node atau link baru ke jaringan?
  • Bagaimana jika terjadi perubahan bobot(meski sementara) pada
    link (misalnya harga suatu link dinaikkan karena beban link terlalu besar)?

Masalah utama dalam routing :
mendapatkan jalur antara dua node dengan harga jalur minimal,dimana jalur merupakan hasil penjumlahan semua harga link yang membentuk jalur tersebut.

3.3.2 Distance-Vector (RIP)

Ide yang melatarbelakangi algoritma distance vector sebenarnya dari kata ‘distance’ dan ‘vector’.Yang setiap node membangun sebuah array satu vektor yang memiliki jarak ke semua node lain .Asumsi awal dari routing ini adalah setiap node mengetahui bobot dari semua link yang terhubung langsung kepadanya .Link yang rusak (atau sengaja tidak digunakan)diberi bobot nilai tak terhingga(sangat besar).Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini :

13

4

Pada gambar diatas disimpulkan setiap node menetapkan jarak 1 ke node yang terhubung langsung sedangkan yang tidak terhubung langsung akan di anggap memiliki jarak tak terhingga .Terlihat pada gambar di atas node A beranggapan hanya dapat berhubungan dengan B,C dan E dan langkah berikutnya  node A akan mengirimkan pesan kepada node yang terhubung langsung tersebut.Jika node yang menerima informasi tersebut mendapati bahwa node A menawarkan jalur yang lebih pendek ke node yang akan dituju maka ia akan memperbaharuinya dengan catatan bahwa paket yang ditujukan ke node tujuan tersebut akan dikirimkan melalui B.

Misal :

A tahu bahwa D dapat dicapai dari C dengan jarak 1,sementara  A sendiri tahu bahwa C dapat dicapai dengan jarak 2, maka A akan memperbaharui jarknya terhadap D menjadi 2 melalui C.Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut :

 6

Ada dua kondisi yang menyebabkan suatu node memutuskan untuk mengirim update ke tetangganya.Pertama,tiap node akan secaa otomati mengirimkan update tiap selang waktu tertentu,meski tidak ada entri  yang berubah.Hal ini berfungsi untuk meyakinkan node lain bahwa node tersebut masih hidup(running)  yang disebut dengan update periodik.Mekanisme kedua sering disebut dengan triggered update yang terjadi setiap kali suatu node mneerima update dari tetangganya yang menyebabkan perubahan pada jalur  dalam tabel routing .Dengan demikian,tiap kali suatu node mengalami perubahan isi tabel,maka ia akan mengirimkan update ke tetangganya,yang kemudian akan menyebabkan perubahan pada tabel dan terjadi pengiriman update,demikian seretrusnya.

Cara node mendeteksi kerusakan:

  • Node secara kontiyu menguji link ke node lain dengan mengirimkan paket kontrol dan menunggu konfirmasi dari node sebrang link.
  • Node menyimpulkan telah terjadi kerusakan link (atau node disebrang link) jika ia tidak menerima update routing periodik selama waktu yang setara dengan beberapa siklus update.

Sebagai contoh :Apa yang terjadi ketika F mendeteksi bahwa link ke G talah gagal :F menetapkan jarak baru ke G hinggan tak terbatas dan mengirimkan informasi tersebut ke A .Saat A tahu bahwa jalurnya ke G melalui F (berjarak 2) tidak bisa lagi digunakan ,ia juga akan mengubah jaraknya ke G menjadi tak hingga.Namun demikian,saat update dari  C tiba, A tahu bahwa C dapat mencapai  G dengan 2 hop,sehingga ia akan menyimpulkan bahwa G dapat mengirimkan dicapai melalui C dengan jarak 3 dan tabel  A kembali di perbaharui .Saat A megirim update ke G ,G menyimpulkan bahwa F dapat dicapai melaui A dengan jarak 4 ,dan sistem akan kembali stabil dengan kondisi baru.

Jika ada kasus lain yang membuat sistem tidak akan pernah kembali stabil karena terdapat node yang memiliki besaran jarak sudah melewati suatu angka yang sedemikian besar hingga dapat dikatakan sebagai tak hingga dan node node lain tidak ada satupun yang menyadari bahwa node tersebut tidak dapat diakses,terdapat solusi untuk mengatasi kasus tersebut  yaitu satu teknik yang disebut dengan istilah split horizon.Idenya adalah saat suatu node mengirimkan update ke tetangganya ,ia tidak akan pernah mengirimkan informasi jalur yang didapat dari tetatangganya tersebut. Terdapat variasi lain dari split horizon ,yang dikenal dnegan nama split horizon wit poisn reverse untuk ide dasarnya saat suatu node mengirimkan jalur ke node lain atau tujuan ,namun saat mengirim informasi memberikan tambahan informasi yang negatif untuk menjamin bahwa node yang dikirim informasi tersebut tidak menggunakan jalur pengirim informais tersebut.Kelmahan dar kedua teknik tersebut adalah keduanya hanya dapat diterapkan untuk routing loop yang terdiri dari 2 node.

Routing Information Protocol(RIP)

  • Menggunakan Algoritma distance-Vector(Bellman Ford)
  • Lambat dalm mengetahui perubahan jaringan
  • Dapat menyebabkan routing loop
  • Hnaya cocok di implementasikan untuk network kecil

RIP memiliki version 2 yang prinsip algoritmanya sama .Jadi disimpulkan bahwa RIP menggunakan algoritma distance vector yang dalam pengimplementasinya hanya cocok untuk network kecil.

3.3.3 Link State (OSPF)

Asumsi awal pada metode link state routing sama dengan yang digunakan pada distance vector.Tiap node diasumsikan dapat mengetahui status dan bobot setiap link yang etrhubung ke tetangga terdekatnya.Protokol routing link state mengandalkan 2 mekanisme yaitu mekanisme penyebaran informasi link state secara handal dan penghitungan jalur atasa dasar akumulasi pengetahuan link tadi  .

a.Reliable Flooding

Reliable Flooding adalah proses untuk menjamin bahwa setiap node yang menggunakan protokol routing ini akan mendapatkan salinan informasi link-state dari seluruh node yang lain.Flooding disini mengindikasikan bahwa setiap node akan mengirimkan informasi link-state-nya kesemua node yang lain dengan mengirimkan ke node tetangganya dan node tetangganya akan mengirimkan node yang terhubung kepadanya sampai semua node menerima infromasi link state.

Tiap node membentuk paket update yang dikenal dengan nama link state Packet (LSP) yang terdiri dari :

  • Identitas dari node yang membangun LSP
  • Daftar semua node tetangga yang terhubung langsung dengan node tersebut,lengkap dengan bobot link yang menghubungkannya
  • Nomor urut
  • Tome to live(TTL)dari paket SPL tersebut.

Dua item yang pertama digunakan pada perhitungan (penentuan) jalur.Dua item berikutnya digunakan untuk menjamin kehandalan pengiriman paket ke smeua node yang lain (flooding).Kehandalan yang dimaksud disini meliputi jaminan bahwa setiap node akan menetima LSP terbaru, karena mungkin ada lebih dari satu LSP dari satu node yang berada dalam jariangan pada suatu saat (mungkin satu sama lain memuai informasi yang saling bertentangan).

b.Route Calculation

Setelah menerima LSP dari semua node yang lain ,suatu node akan mampu membangun ‘peta’ topologi jaringan secara lengkap.Dengan ‘peta’tersebut,node akan mampu menentukan jalur terbaik kesetiap node lainnya.Perhitungan ini berdasarkan pada algoritma yang sangat terkenal dalam teori graph :algoritma shorthest path dari Dijkstra.

Mekanisme perhitungannya dapat dibayangkan sebagai berikut : node yang telah mendapatkan LSP dari semua node yang lain akan membangun representasi grafis dari topologi jaringan ,dimana N melambangkan kumpulan node dalam grap, I(i,j) mewakili bobot(non-negatif) dari link yang menghubungkan node i dan j  N,I((i,j) akan bernilai tak terhingga jika tidak ada link yang menghubungkan node i dan j .pada deskripsi berikut ,s  N mewakili node yang tengah mengekseskusi algortima untuk mencari jalur terpendek ke semua node lain dalam N.Algoritma juga memiliki 2 variabel :M yang mewakili kumpulan node yang telah diproses sampai suatu waktu tertentu dan C(n) yang menyimpan total bobot dari jalur antara s dengan n .Algoritma tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut :

M={s}

Untuk tiap n dalam N –{S}

C(n) =I(s,n)

Selama NM

M=M  U {w} ,dimanaC(w) merupakan nilai minimum untuk   semua w dalam (N-M)

Untuk tiap n dalam (N-M)

C(n)=MIN(C(n),C(w)+I(w,n))

Algoritma routing link-state memiliki beberapa aspek menarik antara lain:telah terbukti dapat mencapai kondisi stabi; dengan cepat ,tidak banyak trafik yang dibangkitkan,cepat memberikan respon terhadap adanya perubahan topologi atau kerusakan node.

Perbedaan antara algoritma distance vector dengan link state adalah pada distance vector, tiap node akan mengirim seluruh informasi yang dimilikinya(Seluruh isi tabel routing)hanya pada node tetangganya saja;sementara link-state ,tiap node hanya akan mengirim informasi yang diyakininya benar-benar(hanya informasi berkaitan dengan link yang terhubung langsung kepadanya)kepada seluruh node dalan jaringan.sebagai contoh untuk metodi link-state lihat gambar jaringan dibawah ini :

3

Langkah-langkah pemabangunan table routing pada node D

 9

Open Shortest Path First(OSPF)

  • Menggunakan algoritma link state
  • Tidak menyebabkan rooting loop
  • Cepat mengetahui perubahan pada jaringan
  • Setiap router yang menjalankan OSPF menyimpan peta jringan dan menghitung jarak terpendek menuju semua tujuan di jaringan.

OSPF menambahkan banyak fitur untuk algoritma link-state seperti berikut :

  • Authentication of routing messages
  • Additional hierarchy
  • Load balancing

3.3.4 Metrics

Eksekusi algoritma routing berasumsi harga tiap link(matric) telah diketahui

Contoh :- menganggap semua link memiliki harga 1

– sehingga jalur terbaik adalah jalur yang terdiri dari link dengan          jumlah paling sedikit

Pendekatan ini memiliki kelemahan :

  • Tidak dapat melakukan perbandingan link atas dasar latency (dengan demikian latency 250 ms akan tampak sama saja dengan link tetrestrial yang memiliki latency 1ms)
  •  Metode ini tidak dapat melakukan perbandingan link atas dasar kapasitas ( link 9,6 Kbps akan terlihat sama saja dengan link 100 Mbps)
  • Tidak dapat melakukan perbandingan link atas dasar beban link

Versi awal routing aparnet dalam menggunakan matrik

  • Jumlah paket yang berada dalam antrian ,menunggu untuk dikirim pada  tiap link

       contoh :

      link 10 paket yang mengantri padanya,akan diberi harga yang

       lebih besar dibanding link dengan hanya 5 paket yang mengantri

Versi kedua awal routing aparnet dalam menggunakan matrik ( new routing mechanism )

            Cara kerja :

  • setiap paket yang diterima akan ditandai ( timestamp ) dengan waktu kedatangannya      ( arrival time ),waktu kepergiannya(depart time) juga akan                                dicatat.
  • saat ack(pada level link) diterima dari node di ujung lain,node tersebut                                  akan melakukan perhitungan delay untuk paket tersebut :

            Delay = (Departtime – arrivaltime) + transmissiontime + latency

Metode versi dua memliki beberapa kelemahan :

  •  saat beban link relatif rendah,metode ini bekerja dengan baik karena dua faktor yang ditetapkan secara statis akan mendominasi delay.
  • Ketika beban link cukup tinggi,link yang mengalami kongesti akan memiliki harga yang sangat tinggi

Masalah lain adalah rentang nilai harga link yang sangat besar. Sebagaicontoh, link 9,6 Kbps yang bebannya sangat tinggi bisa saja akan tampak 127 kalilebih mahal dibanding link 56 Kbps dengan beban sangat ringan. Ini berartialgoritma routing akan memilih jalur dengan 126 hop dengan jalur 56 Kbpsberbeban ringan dibanding 1 hop dengan link 9,6 Kbps berbeban berat.Contoh lain : link satelit 56Kbps yang kosong dapat dianggap lebih mahal dibanding link terestrial 9,6 Kbpsyang juga dalam keadaan kosong, meski link satelit menjanjikan performansi lebihbaik untuk aplikasi yang membutuhkan bandwidth besar.

Pendekatan ketiga (disebut ‘revised ARPANET routing metric ’)  adalah mengatasi masalah tersebut. Perubahan mendasar yang dilakukan adalah         mempersempit rentang nilai metrik, turut memperhitungkan jenis link             dan      memperhalus perubahan metrik sejalan waktu.Penghalusan perubahan nilai metrik dilakukan dengan beberapa mekanisme :

  1. Pengukuran delay ditransformasikan menjadi utilisasi linkdan angka ini dirata-ratakan dengan utilisasi terakhir yang diketahui untuk menekan perubahan yang tiba-tiba
  2.  Ada batas yang tegas terhadapseberapa besar nilai metrik boleh berubah dari satu siklus perhitungan ke siklusberikutnya. Dengan memperhalus perubahan nilai metrik ini, kecenderungan semua node untuk mengabaikan suatu jalur secara bersamaan akan berkurangdengan drastis.

Ada satu isu yang tersisa berkaitan dengan perhitungan bobot link : seberapasering suatu node harus melakukan perhitungan bobot linknya?

ü    Pertama, tidak ada perhitungan yang tidak membutuhkanwaktu proses. Apakah suatu node menghitung panjang antrian, delay atau utilisasi,yang dihitung sebenarnya adalah nilai rata-rata sepanjang suatu rentang waktutertentu.

ü   Kedua, tidak setiap kali terjadi perubahan bobot link akan diikutipengiriman update, update hanya akan dikirimkan jika perubahan bobotmelampaui duatu batas tertentu.

Pemampatan rentang dilakukan menggunakan perhitung atas dasar utilitas yang terukur,jenis dan kecepatan link menggunakan suatu fungsi.Patut diperhatikan beberapa hal :

  •  link dengan beban tinggi tidak akan pernah berharga lebih dari tiga kali harganya saat kosong
  • Link yang paling mahal hanyalah tujuh kali harga link yang paling murah
  • Link satelit berkecepatan tinggi lebih murah dibanding link teretrial berkecepatan rendah
  • Harga link merupakan fungsi dari utilitas link hanya pada beban tinggi yang menderat

3.4 IMPLEMENTATION AND PERFORMANCE

3.4.1 Switch Basics

16

Cara kerja  :

Proses data masuk

Pada proses input data padaswitch basics biasa disebut dengan teknik DMA.Teknik DMA adalah mekanisme prosesor untuk memindahkan data langsung dari interface kememori utama tanpa harus disalin oleh CPU.

Proses data keluar

CPU menentukan interface mana yang akan digunakan jalur data.Lalu digunakan jalur data,lalu digunakanlah teknik DMA untuk memindahkan data.

Kelemahansisteminiadalah data harusmelewati bus I/O sebanyak 2 kali sehinggakecepatan transfer data menjadiberkurangdan data yang diaksesharusbergantian.

3.4.2 Ports

            Port tersusun dari fiber optik , laser dan buffer.Fiber optik dan laser berfungsi untuk mengantarkan paket menuju port yang benar.Buffer berfungsi untuk menampung paket yang menunggu untuk di switch atau ditransmisikan.

            Port berfungsi sebagai alat komunikasi dengan dunia luar.Port bertanggung jawab atas daftar sirkuit virtual yang digunakan dengan informasi tentang keluaran paket yang harus dikirimke VCI dan bekerjasama dengan VCI untuk memastikan keunikan dari link yang dihasilkan.

3.4.3 Fabrics

Fabric berfungsiuntukmemindahkanpaketdari port input ke port output dengan delay minimal dandengancara yang memenuhi throughput switch tujuan.Beberapajenis fabric adalahsebagaiberikut

  • Shared Bus

Jenisiniseringdigunakanpadaprosessor yang bergunasebagai switch.Karena bandwidth bus yang menentukan throughput dari switch, maka switch dengankinerja yang tinggimemilikidesain bus yang berbedadari bus biasa.

  • Shareed Memory

Paketdituliskememorimelalui port input, dandibacaolehmemorimelalui port output.

  • Cross Bar

Sebuah switch adalahmatriksjalur yang dapatdikonfigurasiuntukmenghubungkan port input ke port output. Masalahutamadengan Crossbar adalahdalambentuk yang paling sederhana, merekamembutuhkansetiap output Port  untukdapatmenerimapaketdarisemuamasukansekaligus, menyiratkanbahwasetiap port akanmemiliki  memory bandwidth samadengan total Switch throughput.

  • Self routing

Routing yang bergantungpadabeberapainformasidalam header paketuntukmengarahkansetiappaketnyake  output yang benar.Biasanyadiberikantambahankhususpada header oleh port input.

3.4.4 Router Implementation

Desain router berbedadengan switch dikarenakan

  1. Router harusmenanganivariasipanjangpaket data.

Untukmengatasiadanyavariasidaripanjangpaket data router menggunakanfabric cell .Port yang dimiliki router harusmampuuntukmengubah data menjadicelldansebaliknya.

  1. Router harusbisamenanganivariasipanjangdari IP datagram.

Router biasanya dapat meneruskan sejumlah paket per detik, dan ini menunjukkan bahwa total throughput yang dalam bit per detik tergantung pada ukuran paket.Jika pps(paket per detik) adalah tingkat di mana paket-paket tiba di portlalu diteruskanke proses selanjutnya, dan linerate adalah kecepatan fisik port bit per detik, maka akan adabeberapabit packetsize. Dirumuskansebagaiberikut

packetsize × pps = linerate.

Ketika datang ke tugas meneruskan paket IP, router memiliki baik forwarding terpusat atau model distribusi. Dalam model terpusat, IPforwarding algoritma dilakukan dalam mesinpengolahan tunggal yang menangani lalu lintas dari semua port. Dalam model terdistribusi, ada beberapa mesin pengolahandengan line card yang dapat melayani satu atau lebih port.

5.1 SIMPLE DEMULTIPLEXER (UDP)

Protokol transport yang paling sederhana adalah memperpanjang layanan pengiriman host host-to-jaringan yang mendasari menjadi layanan komunikasi proses-ke-proses.Masalah yang menarik dalam protokol tersebut adalah bentuk dari alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi proses target.Mungkinkan untuk proses langsung mengidentifikasi satu sama lain dengan proses id OS-ditugaskan (pid).Sebuah commonapproach lebih, dan yang digunakan oleh UDP, adalah untuk proses untuk secara tidak langsung mengidentifikasi satu sama lain menggunakan locater abstrak, biasanya disebut port. Ide dasarnya adalah untuk proses sumber untuk mengirim pesan ke pelabuhan dan untuk proses tujuan untuk menerima pesan dari port.

14

Header untuk protokol end-to-end yang mengimplementasikan fungsi plexing demulti- ini biasanya berisi fi identifier (port) untuk pengirim (source) dan penerima (tujuan) dari pesan.port UDP memiliki panjang 16 bit ,Ini berarti ada yang sampai 64K .jelas tidak cukup untuk mengidentifikasi semua proses pada semua host di Internet. Untungnya, port tidak ditafsirkan di seluruh Internet, tetapi hanya pada satu host. Artinya, pasangan ini merupakan kunci demultiplexing sebuah proses yang benar-benar diidentifikasi fi ed oleh port pada beberapa tertentu host-a hPort, hosti pasangan untuk protokol UDP.

Referensi :